Dusun Banding Agung

Pada umumnya sejarah mengenai masyarakat dusun lama benunglah dan bagaimana pola kehidupan masyarakat suku semende yang menetap di sana masih sama dengan pola kehidupan dan budaya yang terjadi di daerah/dusun komunitas semende yang ada saat ini seperti di beberapa desa di sumatra selatan (pulau duku, teluk agung, tanjung besar dan kota dalam) di bengkulu (desa muara dua ulu nasal dan air palawan). Hanya saja pada masyarakat dusun lama ketika itu sistem pertaniannya masih bersifat meramu dan berburu. Belum seperti sekarang yang mana sistem pertanian yang di gunakan lebih bersifat pada pertanian yang berorientasi pada ekonomi produktif bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Demikian juga halnya masyarakat di komonitas semende lainnya ketika itu.

Tentang bagaimana proses awal perpindahan masyarakat ke benunglah ini menjadi catatan penting bagi komonitas semende yang ketika itu tidak mau di jajah oleh pihak luar (inggris dan belanda) hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat suku semende selalu membentuk perkampungan yang terletak di tengah-tengah hutan belantara.

Terbentuknya dusun lame benunglah tidaklah secara serentak menjadi perkampungan yang terdiri dari dua dusun/talang melainkan secara bertahap dan tidak di ketahui waktu tepatnya proses terbentuknya namun di perkirakan ketika penjajahan bangsa inggris di sumatra selatan. Ketika itu karena tidak mau di jajah dan di tindas maka masyarakat lari masuk ke dalam hutan kemudian membuat talang yang lama kelamaan menjadi perkampungan/dusun.

Terjadinya perpindahan masyarakat dusun lama benunglah ke beberapa tempat yang tersebar di tiga daerah (daerah Sumatra selatan, daerah bengkulu dan lampung) disebabkan oleh berbagai alasan, salah satu alasan yang banyak di ceritakan oleh keluarga keturunan dari dusun lama adalah adanya ancaman dari pihak penjajah (belanda). Alasan lain yang juga diungkapkan adalah karena letak dusun lama jauh di dalam hutan maka dengan sendirinya jalur transportasi sangat sulit dicapai kecuali dengan berjalan kaki yang jaraknya juga sangat jauh disamping itu daerah tersebut merupakan daerah pebukitan.

Terjadinya proses perpindahan masyarakat dusun lama benungla juga tidak secara bersamaan, seperti pak haji abdul khalik yang meninggalkan dusun lama ketika berusia 18 tahun dan meninggal pada tahun 1977 pada usia ke 89 tahun. Jadi dari sini dapat di hitung bahwa pak haji abdul khalik meninggalkan dusun lama benungla pada tahun 1906.

Dikutif dari beberapa Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s