Dongkrak Ekonomi di Sektor Pertanian

GADING CEMPAKA, BE – Tak dapat dipungkiri jika sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Bengkulu. Kontribusinya cukup signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tidaklah mengherankan atau sungguh sangat beralasan jika Pemda Bengkulu terus secara intensif memompa sektor ini.
Secara struktural laju perekonomian Provinsi Bengku masih didominasi pada sektor pertanian. Dari data Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III 2007 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu atas dasar konstan sektor ini menyumbang sebesar Rp. 725 M atau sekitar 40% dari totoal PDRB harga konstan sebesar Rp. 1,8 T.

Pun juga dengan daya serap kerja. Sektor pertanian pada tahun 2006 mampu menyerap tenaga kerja dengan proporsi yang hampir 70 persen atau tepatnya 69,9%. Sedangkan pekerja yang terserap disektor lain seperti perdagangan dan jasa-jasa relatif rendah masing-masing sebesar 11,5 persen dan sebesar 9,6 persen.

Banyaknya tenaga kerja yang terserap di sektor ini sendiri erat kaitannya dengan tingkat pendidikan pekerja yang tergolong rendah. Pekerja yang pada umumnya terserap di sektor pertanian tersebut dengan status sebagai buruh/karyawan di perusahaan perkebunan dan sebagai pekerja keluarga.

Pengamat ekonomi pembangunan Unib, Hutapia SE ME mengatakan sektor pertanian memang menjadi sektor unggulan di Bengkulu. Tahun 2008 ini sektor pertanian masih akan memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap pembentukan PDRB. Sektor ini cukup potensial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Namun berapa besar peningkatan pertumbuhan dari sektor ini belum bisa diperkirakan secara pasti, katanya.

Namun katanya jika beberapa upaya untuk meningkatkan sektor ini secara konsisten dilakukan Pemda, maka pertumbuhan yang diharapkan akan bisa terjadi. Semua amat tergantung dari seberapa besar potensi ini dapat dioptimalkan oleh Pemda Bengkulu semaksimal mungkin, lanjutnya.

Sejauh ini apa yang dilakukan Pemda Bengkulu seperti melakukan pemberian hand tractor kepada petani terang Hutapia dianggap sebagai upaya positif untuk meningkatkan potensi tersebut. Dengan pemberian alat bantu ini akan dapat meningkatkan produksi petani.
Kendati demikian ujarnya upaya optimalisasi ini tidaklah cukup hanya dengan pemberian alat itu semata. Beberapa upaya lain perlu dilakukan diantaranya penyedian bibit atau benih yang berkualitas, penanaman yang dilakukan serentak, perbaikan sarana irigasi serta pemberdayaan program penyuluh lapangan (PPL) bagi para petani.

Jika beberapa hal tersebut dilakukan dengan komitmen yang kuat, maka tidak menutup kemungkinan sektor akan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Bengkulu, ujarnya.
Kendati punya potensi besar untuk meningkatkan produksi pertanian Bengkulu namun kata Hutapia Pemda Bengkulu juga harus membuat sebuah kebijakan yang dapat menjamin kestabilan harga. Ini penting agar tingginya produksi pertanian dari petani tidak berdampak pada menurunnya harga jual.

Inilah peran yang dilakukan oleh Bulog. Lembaga ini dibentuk pemerintah untuk menjamin kestabilan harga. Dimana jika produksi meningkat pada saat panen raya maka harga tidak jatuh. Dan, pada saat musim paceklik kebutuhan akan produk-produk pertanian bisa terpenuhi, katanya. (007/prog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s