Bukti tidak adanya visi pembangunan berbasis kerakyatan

Berita yang dimuat ini (niat Pemprov Bengkulu untuk mengontrakkan P Enggano kepada investor nasional & asing serta perluasan perkebunan skala besar di beberapa kabupaten), adalah bukti tidak adanya visi pembangunan berbasis kerakyatan dan bukti tunduknya penguasa negeri ini pada agenda korporasi global. Jalan mulus untuk merealisasikan agenda pencaplokan sumber-sumber pengidupan rakyat itu sebenarnya sudah dipersiapkan sedemikian rupa.

Dalam UU 25 th 2007 tentang Penanaman Modal, Hak Guna Usaha (HGU) dapat diberikan untuk masa 95 tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 60 tahun dan dapat diperbarui selama 35 tahun; b) Hak Guna Bangunan (HGB) dapat diberikan dengan jumlah 80 tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 50 tahun dan dapat diperbarui selama 30 tahun; dan c) Hak Pakai dapat diberikan dengan jumlah 70 tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 45 tahun dan dapat diperbarui selama 25 tahun. Padahal sudah banyak pengalaman pahit bangsa ini akibat penguasaan korporasi transnasional atau TransNational Corporations (TNCs). Sadar atau tidak, selama kita tidak pernah mendapat keuntungan dari kerjasama dengan korporasi asing. Sugesti yang dialami para penguasa bahwa menyerahkan pengelolaan SDA (aset bangsa) kepada investor dan negara lain bisa memakmurkan rakyat tidak pernah terbukti. Dalam kasus Freeport, Indonesia hanya dapat royalti 9,4 % plus pajak. Sedangkan total pendapatan Freeport pada tahun 2005 sebesar US$ 4,2 miliar dengan kontrak karya sampai 2041. Ironisnya kesejahteraan pegawainya terabaikan. Sementara dalam UU PM pasal 10 pemerintah justru lebih menekankan WNI (rakyat) hanya sebagai tenaga kerja dan perusahaan penanam modal dipersilahkan menggunakan tenaga ahli asing untuk jabatan dan keahlian khusus. OKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s