PEMERINTAH DAPAT BERBAGI PERAN DENGAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERKELANJUTAN…

PEMERINTAH DAPAT  BERBAGI PERAN DENGAN MASYARAKATDALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM HKm.  

Untuk Konfirmasi Silahkan Hubungi Alamat Dibawah Ini : 

Yayasan Konservasi untuk Sumatera, Jalan. Sukajadi. Rw. 02. RT. 07.  No. 08. Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Tpn: 0736-24218. Kontak Hexa Prima Putra (Direktur) Hp: 081373263173.Oleh: Yayasan Konservasi untuk Sumatera 

YKS

Dalam menjembatani kebutuhan terhadap lahan dan kebutuhan ekonomi masyarakat di sekitar hutan telah diatur kebijakan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. Kebijakan tersebut antara lain, Keputusan Menhut No. 622/Kpts-II/1995 tentang Pedoman Hutan Kemasyarakatan, Keputusan Menhutbun No. 677/Kpts-II/1998 tentang Hutan Kemasyarakatan yang dilengkapi dengan Keputusan Menhutbun No. 865/Kpts-II/1999, Keputusan Menhut. No. 31/Kpts-II/2001 tentang Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan dan Peraturan Menteri Kehutanan nomor 37 tahun 2007 tentang Hutan Kemasyarakatan.Kepala Balai Pengelolaan Daera Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Propinsi Bengkulu, Ir. Mintarjo.M.Ma,  menjelaskan Hutan Kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat. sehingga meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mendapatkan manfaat sumberdaya hutan secara optimal dan adil guna peningkatan kesejahteraan mereka.Lebih lanjut dijelaskannya, Program dengan pola HKm ini merupakan pintu partisipasi dan akses masyarakat dalam mengelola dan mengambil manfaat dari kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi secara berkelanjutan.Terkait hal tersebut, Hexa Prima Putra Direktur Yayasan Konservasi Sumatera mengatakan, melalui program Hutan Kemasyarakatan pelibatan masyarakat lokal dalam mengembalikan fungsi hutan dapat lebih efektif dan pada sisi lain mereka dapat memperoleh manfaat nilai ekonomis dari hutan secara langsung. Selanjutnya yang lebih penting dalam konteks ini, bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah dapat berbagi peran dan tanggung jawab dengan masyarakat dalam proses pembanguanan kehutanan.Di Provinsi Bengkulu program HKm telah coba dilakukan diberberapa tempat sejak tahun 2000-an, yaitu di Desa Air Selimang, Kandang, Kelilik, Tebat Monok, Ujan Mas, Tanjung Alam dan Desa Air Lanang yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.  <Read More>

HKm BELUM OPTIMAL TINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT

Peraturan Menteri Kehutanan nomor P.37/Menhut-II/2007, Tentang Hutan Kemasyarakatan, mengamanatkan, masyarakat melalui kelompok dapat memperoleh Izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm), izin ini diberikan untuk memanfaatkan sumber daya hutan pada kawasan hutan lindung atau kawasan hutan produksi. Perizinan dalam hutan kemasyarakatan dilakukan melalui tahapan,  Fasilitasi dan pemberian izin.

Izin Pemanfaatan tersebut antara lain dilakukan melalui kegiatan usaha budidaya tanaman obat,  budidaya tanaman hias, budidaya lebah dan  budidaya pohon serbaguna. Pohon serbaguna tersebut seperti tanam-tanaman penghasil buah, getah dan bunga.

Terkait tata aturan tersebut, Program HKm di Bengkulu menggunakan tanaman pokok  pohon kemiri (Aleurites moluccana) sebagai budidaya unggulan.  Dengan harapan pohon ini dapat menghasilkan buah bernilai ekonomis tinggi. Jarak  penanaman kemiri 8 x 8 meter dengan jumlah tanaman 90 batang tiap hektar.  Jenis tanaman pengkayaan atau pendukung antaralain  Durian, Petai, Pinang, Bambu dan Jengkol.

Program HKM ini melibatkan 58 kelompok dan 2.086 anggota dengan luasan lahan 2.032,5 hektar,  tersebar di 7 desa  di  sepanjang daerah aliran sungai Musi atau di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Register 5. Dari jumlah tersebut sebagian besar masuk dalam Adminisrasi Pemerintahan Kabupaten Kepahiang yaitu 6 desa dan 1 desa masuk wilayah administrasi kabupaten Rejang Lebong.

Afanani (64 th), Kepala Desa Tanjung Alam mengatakan, tanaman Kemiri pada program HKm tidak berbuah maksimal sehingga program ini secara ekonomi belum tampak meningkatkan kesejateraan masyarakat. Disisi lain, ketika tajuk Pohon kemiri menutupi  tanaman kopi dengan rapat  produksi buah kopi pun semakin sedikit bahkan mulai ada yang mati. Diakui, program HKm memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk menggarap lahan  dan mereka tidak diusir dari kawasan hutan lindung. 

Lain halnya dengan pengalaman Bapak Edi Sulaiman (65 th) di Desa Kandang, 4 hektar kebun Kemiri yang ditanamnya dengan kemiri bibit lokal setelah 5-6 tahun  mampu menghasilkan beras kemiri (buah setelah dikupas cangkangnya) mencapai 2,5 – 3 ton, harga beras kemiri sekarang Rp 8.000/Kg. Edi menganalisa, bibit dari HKm tidak mampu menghasilkan buah seperti kemiri lokal karena tidak cocok iklim dan tanah tempat tumbuhnya.

Dari sisi mengembalikan fungsi Hutan, setelah berumur tujuh tahun pohon-pohon dari Program HKm telah mampu mengembalikan fungsi tata air dan mengendalikan erosi. Tanaman Kemiri, Durian, Petai dan Jengkol  tumbuh dengan baik, dengan diameter  rata-rata mencapai 30-40 Cm. Disayangkan tanaman yang diharapkan dapat menunjang ekonomi masyarakat tersebut sampai saat ini belum dapat memberikan manfaat secara optimal. Kedepan diharapkan introdusir jenis tanaman dalam program HKm agar lebih selektif sehingga manfaatnya  dapat menunjang perekonomian masyarakat secara langsung. Selanjutnya kelembagaan Ekonomi dan Sosial  pendukung HKm yang sudah ada  butuh  penguatan kembali sehingga nantinya benar-benar mampu memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat dengan pola pelestarian Sumberdaya Alam secara berkelanjutan.

Sumber Verifikasi :

 ·         Undang-Undang 41 tahun 1999 tentang kehutanan di sebutkan, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Dalam kelasifikasinya hutan dibagi berberapa kelompok, antara lain berdasarkan status dan fungsi. Hutan berdasarkan statusnya terdiri dari, hutan negara dan hutan hak. Sedangkan berdasarkan fungsi, pemerintah Indonesia  menetapkan hutan berdasarkan fungsi pokok antaralain hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi. Pengelompokan dan penataan hutan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan  Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutan. Terutama pemanfaatan dengan bertujuan untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya.  ·         Peraturan Menteri Kehutanan nomor 37 tahun 2007 tentang Hutan Kemasyarakatan. Hutan kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat. Sedangkan Pemberdayaan Masyarakat setempat adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat sumberdaya hutan secara optimal dan adil melalui pengembangan kapasitas dan pemberian akses dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. ·         Masyarakat melalui kelompok dapat mendapatkan Izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm), izin ini diberikan untuk dapat memanfaatkan sumber daya hutan pada kawasan hutan lindung atau kawasan hutan produksi.  Dalam Pasal 7 Peraturan Mentri tersebut dijelaskan, Kawasan hutan lindung dan hutan produksi dapat ditetapkan sebagai areal kerja hutan kemasyarakatan dengan ketentuan,  belum dibebani hak atau izin dalam pemanfaatan hasil hutan dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat (Peraturan Menteri Kehutanan nomor P.37/Menhut-II/2007, Tentang Hutan Kemasyarakatan). ·         Di Provinsi Bengkulu program Hutan Kemasyarakatan (HKm) telah coba dilakukan di beberapa tempat sejak tahun 2001, yaitu di Desa Air Selimang, Kandang, Kelilik, Tebat Monok, Ujan Mas, Tanjung Alam dan Desa Air Lanang yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Dalam Program HKM tersebut  Tanaman pokoknya adalah kemiri (Aleurites moluccana)  dan jenis tanaman pengkayaan atau pendukung  Durian, Petai, Pinang, Bambu dan Jengkol.  ·         Pada awal Program HKm penanaman setiap hektar yaitu; 90-95 batang Kemiri, 4 -15 batang Durian, 225 batang Pinang, 15 – 25 batang Jengkol, 15 batang Petai dan ditambah bambu yang ditanam disepanjang pinggir sungai. Dalam perkembangannya setelah berumur 6-7 tahun pohon-pohon tersebut tetap dipelihata dan tumbuh dengan baik. Laporan perkembangan program HKM UPP Ujan Mas – Tanjung Alam (UPP TAUM) dari kepala desa Ujan Mas Atas menunjukan dari 15 kelompok yang masuk UPP TAUM rata-rata persentase tanaman yang hidup 40% kemiri, 30% durian, 25% petai  dan 35% pinang. ·         Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Yayasan Konservasi Sumatera (CforS) menunjukan pohon kemiri telah memiliki tajuk-tajuk yang rimbun dan telah mampu berfungsi efektif dalam mengendalikan erosi. Naungan tajuk tanaman tersebut telah mampu menghambat kecepatan air hujan sebelum sampai ke permukaan tanah, mampu mengurangi kecepatan penguapan air permukaan tanah, menjaga kelembaban permukaan tanah dan mampu mengurangi kecepatan aliran air permukaan saat terjadi hujan. Dengan demikian pepohonan tersebut telah mampu mengendalikan erosi dan membentuk iklim mikro. Berdasarkan perkembangan pohon dan kondisi iklim mikro yang terbentuk dibawahnya maka tujuan menghutankan lahan-lahan keritis dan mengembalikan fungsi lindung hutan berangsur-angsur pulih kembali, terutama setelah tanaman kemiri, durian dan petai berumur diatas 5 tahun.  ·         Tanggal 30 Januari 2007, Bupati Kepahiang mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepahiang No: 11. D Tahun 2007 tentang Forum Koordinasi Pengembangan Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Kepahiang. ·         Yayasan Konservasi untuk Sumatera, Jalan. Sukajadi. Rw. 02. RT. 07.  No. 08. Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Tpn: 0736-24218. Kontak Hexa Prima Putra (Direktur) Hp: 081373263173.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s