Isi MOU Investasi di Pulau Enggano Tak Masuk Akal

ARGA MAKMUR – Isi MOU (memorandum of understanding) rencana investasi PT Artha Graha ke Pulau Enggano dinilai Ketua Kadin Bengkulu Utara, Edi Yusran aneh dan tidak masuk akal. Kalau rencana itu jadi dilaksanakan, hanya akan merugikan daerah. Pasalnya, dalam salah satu point pada MOU tersebut memberikan hak kepada pihak asing. Inilah, salah satu pasal yang tidak menguntungkan daerah dan bangsa.

‘’Salah satu point pada MOU disebutkan bahwa pihak pertama yakni Pemprov Bengkulu dan pihak kedua yakni Pemkab BU memberikan hak kepada pihak ketiga dalam hal ini investor memberikan hak boleh mengalihkan HGU kepada pihak asing. Inikan rancu dan sama saja menjual daerah kita kepada pihak asing.

Kalau memang seperti itu, tidak mesti Tomi Winata yang menjadi investor, saya sendiri juga bisa. Setelah saya dapatkan, tinggal saya jual ke pihak asing. Kan begitu logikanya,’’ kritik Edi Yusran.
Edi Yusran juga menanggapi pernyataan Gubernur yang menyebutkan bahwa pada pengembangan Pulau Enggano tidak akan mengeluarkan satu sen pun uang APBD.

Satatemen ini dinilai Yusran terlalu mengada-ada. Sebab dalam MOU tersebut secara jelas-jelas disebutkan bahwa infrustruktur penunjang dalam investasi harus dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. ‘’Jadi mau tidak mau, daerah harus menyiapkan dana untuk membangun insfrastruktur penunjang. Misalnya pelabuhan dan sebagainya. Jadi aneh kalau gubernur bilang pemda tidak akan mengeluarkan satu sen pun,’’ tegasnya.

Ditegaskan Edi, Kadin mendesak Pemkab BU untuk lebih mencermati dan mempelajari setiap point dalam MOU tersebut. Sebab jika sampai salah langkah, maka dipastikan akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari. ‘’Bila perlu point-point dalam MOU tersebut ditinjau ulang. Apa benar seperti itu? Selain itu kita juga tidak ingin Enggano yang notabene merupakan aset Kabupaten Bengkulu Utara tidak terkelola dengan baik,’’ pungkasnya.

Sebelumnya Gubernur Agusrin M. Najamuddin menegaskan dalam pembangunan Enggano menjadi kawasan sentral lalu lintas kepulauan APBD kabupaten BU tak akan tersedot Rp 1 pun. Semua biaya pembangunan akan ditanggung oleh investor. Dia sudah berupaya meminta dan meyakinkan investor agar Enggano menjadi salah satu bagian investasi. Kini terancam investor menarik dukungan. Karena Pemda BU lamban merespon kesempatan ini.

Rencananya investor, PT. Artha Graha Network ingin mengelola Enggano dengan HGU 95 tahun. Tapi baru disetujui 60 tahun dan nantinya diperpanjang 35 tahun lagi. Sampai kemarin, semuanya baru sebatas rancangan. Karena MoU dan kontraknya belum diteken. Gub mengaku kecewa, padahal ia sudah meminta izin ke Pemda BU dan DPRD BU. Bahkan DPRD BU menyatakan tak masalah. Sepanjang itu memang untuk kemaslahatan rakyat Enggano.

Rencananya PT. Artha Graha akan membuat mega container di kawasan Enggano meliputi container BBM, sembako, air bersih dan lain-lain. Kedua, Enggano akan dijadikan daerah tujuan wisata. Sebab di sini ada kawasan hutan konservasi dan budaya Enggano yang tergolong unik serta objek-objek khas lainnya. Ketiga, membangun industri perikanan. Tapi belum diketahui bentuknya, apakah ikan segar atau ikan olahan.(waw/yoh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s